Patut diketahui bahwa struktur bahasa Belanda cukup sulit
dipelajari. Hal ini disebabkan karena dalam bahasa ini sangat banyak
ditemui ungkapan dan idioom yang sulit dimengerti oleh mereka yang
bukan berkewarganegaraan Belanda.
Pembahasan dalam buku ini hanya mencakup spraakkunst (gramatika)
saja. Tidak membahas mengenai percakapan (conversatie) .
Akhirnya, penulis ingin menyampaikan rasa terima kasih kepada semua
pengunjung yang telah ‘rela’ mengakses situs bahasa ini.
Semoga buku ini bermanfaat kepada seluruh pembacanya. Amin.
Veel Succes!
Werkwoordsvorm (bentukan verba)
Dalam bahasa Belanda pemahaman seperti itu akan Anda jumpai pula.
Dalam bahasa Belanda, bentukan seperti itu umpamanya tampak pada
verba-verba blaffen – menyalak; liggen – meletakkan adalah sebagai
berikut:
Masdar verba disebut pula infinitief atau onbepaalde wijs.
Stam verba tanpa akhiran (uitgang) “en”.
Onvoltooid Verleden Tijd (O.V.T.), werkwoord bentuk II.
Tegenwoordig deelwoord atau onbepaalde wijs + de.
Verleden (voltooid) deelwoord atau bentuk III dari infinitief
(onbepaalde wijs).
blaffen
blaf
blafte
blaffend(e)
geblaft liggen
lig
lag
liggend(e)
gelegen
Tijden (waktu-waktu)
Penggolongan waktu dalam setiap perbuatan dapat dibagi kedalam 3
bagian besar yaitu waktu lampau, waktu kini dan waktu akan datang.
Dalam bahasa Belanda ketiga golongan waktu ini berturut-turut
disebut verleden tijd, tegenwoordige tijd dan toekomende tijd.
Verleden (lampau)
Waktu ini mengatakan bahwa suatu tindakan terjadi dalam waktu
lampau. Tidak peduli berapa lama perbuatan dalam waktu lampau; yang
penting telah berlalu. Tegenwoordig (kini)
Waktu ini mengatakan bahwa suatu hal, tindakan dilakukan sekarang,
sewaktu pembicara sedang mengatakan; padahal waktu sekarang pun
selalu berlalu menjadi masa lampau. Toekomende (akan datang)
Waktu ini mengatakan bahwa suatu hal, tindakan yang akan terjadi di
waktu akan datang.
Tak peduli berapa lama waktu akan datang itu.
Bahasa Belanda hanya memakai 8 waktu untuk setiap kata kerja.
Bandingkan dengan bahasa Inggris yang jumlahnya hampir mencapai 16
tenses. Maka ditinjau dari aspek perubahan waktu, mempelajari bahasa
Belanda jauh lebih mudah daripada bahasa Inggris! 8 waktu tersebut
sebagai berikut:
1) Onvoltooid Tegenwoordig Tijd (O.T.T.) = Simple Present Continuous
Tense.
2) Voltooid Tegenwoordig Tijd (V.T.T.) = Present Perfect Tense.
3) Onvoltooid Verleden Tijd (O.V.T.) = Simple Past Tense.
4) Voltooid Verleden Tijd (V.V.T.) = Past Perfect Tense.
5) Onvoltooid Tegenwoordig Toekomende Tijd (O.T.T.T.) = Simple
Future Tense.
6) Voltooid Tegenwoordig Toekomende Tijd (V.T.T.T.) = Future Perfect
Tense.
7) Onvoltooid Verleden Toekomende Tijd (O.V.T.T.) = Simple Past
Future Tense.
8) Voltooid Verleden Toekomende Tijd (V. V. T.T.) = Perfect Past
Future Tense.
Onvoltooid Verleden Tijd (O.V.T.) – (Waktu Lalu Belum Selesai)
Onvoltooid Verleden Tijd (O.V.T.) yaitu waktu yang menunjukan bahwa
suatu perbuatan atau tindakan belum selesai atau sedang dilakukan di
waktu lampau. Sesuatu tindakan dikatakan terjadi waktu ONVOLTOOID
VERLEDEN TIJD, jika tindakan tadi terjadi dalam waktu VERLEDEN
(lampau). Namun di dalam waktu lampau tadi, tindakan tersebut masih
sedang dilaksanakan.
Pelaku + Predikat + Objek Penderita + Objek Penyerta + Keterangan
1) Pelaku (pokok kalimat = het onderwerp.
2) Predikat (sebutan) = de persoonsvorm (het werkwoordelijk
gezegde).
3) Objek (pelengkap) :
→ penderita = het lijdend voorwerp.
→ penyerta = het belanghebbend (meewerkend voorwerp).
4) Keterangan:
→ adjektiva = de bevoeglijke bepaling.
→ adverbia = de bijwoordelijke bepaling.
1. Vader kuste zijn kinderen.
Ayah mencium anak-anaknya.
2. Moeder veegde de vloer.
Ibu menyapu lantai
Onregelmatige werkwoorden (verba-verba tidak beraturan)
Untuk membuat waktu lampau belum selesai atau Onvoltooid Verleden
Tijd (O.V.T.) dalam bahasa Belanda sebaiknya Anda memperhatikan
aturan-aturan yang berlaku. Setiap kata kerja (werkwoord) harus Anda
pelajari stamnya secara cermat. Dalam bahasa ini untuk membuat
bentuk waktu lampau belum selesai (O.V.T.) dilakukan dengan 3 aturan
sebagai berikut:
1) Jika stamwoord berakhir dengan huruf-huruf seperti : ch, f, k, p,
s, t, maka untuk membuat bentuk O.V.T, akar (stam) kata kerjanya
mendapat tambahan ,,te”. Dalam bahasa Belanda, semua kata kerja yang
termasuk golongan ini dikenal dengan sebutan Regelmatige Werkwoorden
(verba-verba beraturan) atau dinamakan pula Zwakke Werkwoorden
(verba-verba lemah). Contoh : onbepaalde wijs : roken – merokok.
Onbepaalde wijs Stam Persoon Onvoltooid Verleden Tijd (O.V.T.)
roken rook Ik rookte
U, jij rookte
Hij, zij, het rookte
Wij rookten
Jullie rookten
Zij rookten
2) Jika stamwoord berakhir dengan huruf selain : ch, f, k, p, s, t,
maka untuk membuat bentuk O.V.T, akar (stam) kata kerjanya mendapat
tambahan ,,de”.
Dalam bahasa Belanda, semua kata kerja yang termasuk golongan ini
dikenal dengan sebutan Regelmatige Werkwoorden (verba-verba
beraturan) atau dinamakan juga Zwakke Werkwoorden (verba-verba
lemah). Contoh: onbepaalde wijs : betalen – membayar.
Onbepaalde wijs Stam Persoon Onvoltooid Verleden Tijd (O.V.T.)
betalen betaal Ik betaalde
U, jij betaalde
Hij, zij, het betaalde
Wij betaalden
Jullie betaalden
Zij betaalden
3) Tidak semua kata kerja mendapat tambahan ,,te” atau ,,de” dalam
bentuk O.V.Tnya. Adakalanya menyimpang dari aturan nomor 1 dan 2
tersebut di atas. Jenis ketiga ini dilakukan dengan mengubah huruf
hidup yang dimiliki setiap stamwoordnya. Inilah yang dinamakan kata
kerja tidak beraturan atau dikenal dalam bahasa Belanda sebagai
Onregelmatige Werkwoorden atau disebut pula Sterke Werkwoorden
(verba-verba kuat). Contoh: kijken – melihat.
Onbepaalde wijs Stam Persoon Onvoltooid Verleden Tijd (O.V.T.)
kijken kijk Ik keek
U, jij keek
Hij, zij, het keek
Wij keken
Jullie keken
Zij keken
Dari contoh tersebut terlihat perubahan huruf hidup (klinker) yaitu
kijk (akar dari kijken) menjadi keek pada bentuk O.V.T.nya.
Semua aturan tersebut di atas hendaknya dihapal di luar kepala
terutama sekali kata kerja kuat sebab tidak mengikuti aturan yang
ada. Namun jika Anda melihat dalam sebuah kamus, kamus Belanda –
Indonesia, Anda akan menemukan di dalamnya yaitu onbepaalde wijs
atau infinitief, lalu bentuk ke II atau O.V.T. dan setelah itu Anda
akan melihat bentuk Verleden (voltooid) deelwoord atau bentuk ke
III.
Het persoonlijk voornaamwoord (pronomina persona)
K
ata ganti orang atau pronomina persona (het persoonlijk
voornaamwoord) dapat dibagi kedalam 3 kelompok besar yaitu:
1. Orang pertama (eerste persoon) yakni orang yang berbicara.
a) Orang pertama tunggal : ik (saya, aku)
b) Orang pertama jamak : wij, we (kami, kita)
2. Orang kedua (tweede persoon) yakni orang yang diajak bicara.
a) Orang kedua tunggal : U (Anda), jij, je (kamu, engkau)
b) Orang kedua jamak : U (Saudara-saudara), jullie (kamu semua)
3. Orang ketiga (derde persoon) yakni orang yang dibicarakan.
a) Orang ketiga tunggal : hij (dia lelaki-mannelijk), zij, ze (dia
perempuan-vrouwelijk), het, ‘t (dia netral - onzijdig)
b) Orang ketiga jamak: zij, ze (mereka-mannelijk, vrouwelijk,
onzijdig.)
Onvoltooid Tegenwoordig tijd (O.T.T.) – (Waktu Kini Belum Selesai)
Onvoltooid Tegenwoordig Tijd (O.T.T.) yaitu waktu yang menunjukkan
bahwa suatu perbuatan atau tindakan dilakukan sekarang, pada waktu
pembicara berkata. Artinya waktu sekarang (pekerjaan) belum selesai.
Bentuk ini dalam bahasa Inggris disebut The Present Continuous
Tense.
Untuk membuat bentukan kata kerja “Waktu Kini Belum Selesai”
(O.T.T.) sama seperti sebelumnya yaitu kita harus memperhatikan
stamwoord kata kerjanya. Jika Anda telah memahami cara mencari stam
suatu kata kerja maka untuk membuat bentuk ini tidak akan menemui
kesulitan apapun. Karena untuk membuat bentukan kata kerja
O.T.T.diambilkan dari stamwoord ditambah akhiran tertentu di
belakang stam tersebut. Aturan penambahan akhiran tersebut sebagai
berikut:
• Untuk pelaku ik (saya, aku) : stam + - . Contoh: geven – memberi
(kan). Pada kata kerja geven diketahui stamnya yaitu geef, sehingga
bentukan kata kerja untuk O.T.T pada pelaku ik yaitu : ik geef –
saya memberi.
• Untuk pelaku U (Anda), jij (kamu) : stam + t. Contoh: kijken –
melihat. Pada kata kerja kijken diketahui stamnya yaitu kijk,
sehingga bentukan kata kerja untuk O.T.T. pada pelaku U, jij yakni :
U, jij kijkt – Anda, kau melihat.
• Untuk pelaku hij (dia lelaki), zij (dia betina), het (dia netral):
stam + t. Contoh: roken – merokok. Pada kata kerja roken diketahui
stamnya yaitu rook, sehingga bentukan kata kerja untuk O.T.T pada
pelaku hij, zij, het yakni: hij, zij, het rookt – dia (m), dia (v),
dia (o) merokok.
• Untuk pelaku wij (kami), jullie (kamu semua), zij (mereka): stam +
en. Contoh: lopen – berjalan. Pada kata kerja lopen diketahui
stamnya yaitu loop, sehingga bentukan kata kerja untuk O.T.T. pada
pelaku wij, jullie, zij yakni: wij, jullie, zij lopen – kami, kamu
semua, mereka berjalan; dan bukan: wij, jullie, zij loopen.
Dari pelaku wij, jullie dan zij terlihat loopen diubah menjadi
lopen. Hal ini berlaku pula terhadap semua kata-kata kerja dengan
stam huruf hidup ganda misalnya ee, oo, aa. Jadi :
spelen – speel – wij, jullie, zij spelen – kami, kalian, mereka
bermain
rooken – rook – wij, jullie, zij roken – kami, kalian, mereka
merokok
betalen – betaal – wij, jullie, zij betalen – kami, kalian, mereka
membayar.
Perubahan bentuk kata kerja tergantung kepada jenis pelakunya.
Inilah yang disebut persoonsvorm (bangun perseorangan). Jadi
persoonsvorm dari kata kerja yakni drinken – minum sebagai sbb.:
(yang ditulis dengan huruf miring)
ik drink - aku minum
U, jij drinkt - Anda, kau minum
Hij, zij drinkt - dia (m), dia (v) minum
Wij, jullie, zij drinken - kami, kamu semua, mereka minum
Voltooid Tegenwoordige Tijd (V.T.T.) - (Waktu Kini ,,sudah/telah”)
Voltooid Tegenwoordig Tijd (V.T.T.) yaitu waktu yang menunjukan
bahwa suatu perbuatan atau tindakan telah selesai dikerjakan dalam
waktu lampau, tetapi ditinjau dari masa sekarang, pekerjaan telah
selesai.
Bentuk ini dalam bahasa Inggris disebut The Present Perfect Tense.
Untuk membuat bentuk “Waktu Kini Sudah Selesai” (V.T.T.) harus kita
gunakan kata kerja bantu ,,hebben” dan diikuti oleh verleden
(voltooid) deelwoord atau untuk mudahnya kita sebut saja seperti
dalam bahasa Inggris, bentuk ke III (Past Participle) dari kata
kerja.
Harus Anda ingat bahwa:
Jika dalam kalimat tersebut terdapat objek penderita (lijdend
voorrwerp) maka kata kerja bantu hebben dan verleden deelwoord atau
disebut juga kata bagian masa lampau dipisahkan oleh lijdend
voorwerp.
Contoh:
O.T.T.
ik geef – saya memberi (kan)
ik geef een boek – saya memberi (kan) sebuah tulisan.
V.T.T.
ik heb gegeven – saya sudah memberi (kan)
ik heb een boek gegeven – saya sudah memberi sebuah buku.
Jika dalam suatu kalimat terdapat keterangan tempat (bepaling van
plaats) atau keterangan waktu (bepaling van tijd) maka kata kerja
bantu hebben dan verleden deelwoord dipisahkan oleh bepaling
tersebut.
Contoh:
O.T.T.
ik loop – aku berjalan
ik loop drie uren – aku berjalan 3 jam
ik loop langs de rivier – aku berjalan melalui sungai
V.T.T.
ik heb gelopen – aku sudah berjalan
ik heb drie uren gelopen – aku sudah berjalan 3 jam
ik heb langs de rivier gelopen – aku sudah berjalan melalui sungai.
Jika dalam suatu kalimat terdapat lijdend voorwerp dan bepaling
van plaats atau bepaling van tijd maka kata kerja bantu hebben dan
voltooid deelwoord dipisah oleh lijdend voorwerp, kemudian setelah
itu diikuti oleh bepaling van plaats atau bepaling van tijd.
Contoh:
O.T.T.
ik leg – aku meletakkan
ik leg een hoed – saya meletakkan sebuah topi
ik leg nu een hoed – saya meletakkan sekarang sebuah topi
ik leg een hoed op de tafel – saya meletakkan sebuah topi di atas
meja
V.T.T.
ik heb gelegd – saya sudah meletakkan
ik heb een hoed gelegd – saya sudah meletakkan sebuah topi
ik heb vanavond een hoed gelegd – aku sudah meletakkan sebuah topi
malam tadi.
ik heb een hoed op de tafel gelegd – saya sudah meletakkan topi di
atas meja.
Perlu Anda ketahui pula bahwa selain menggunakan kata kerja bantu
,,hebben”, untuk membuat bentuk “waktu kini sudah selesai” (V.T.T.)
ada beberapa onbepaalde wijs harus memakai verba bantu ,,zijn”. Jadi
hebben, zijn dan zullen dinamakan kata kerja bantu
(hulpwerkwoorden).
Contoh:
O.T.T.
ik word - aku menjadi
U, Jij wordt – Anda, kau menjadi
Hij, zij, het wordt – dia (m), dia (v), itu menjadi
Wij worden – kami/kita menjadi
Jullie worden – kamu semua/kalian menjadi
Zij worden – mereka menjadi
V.T.T.
ik ben geworden – aku sudah menjadi
U, jij bent geworden – Anda, kau sudah menjadi
Hij, zij, het is geworden – dia (m), dia (v), itu sudah menjadi
Jullie zijn geworden – kamu semua, kalian sudah menjadi
Zij zijn geworden – mereka sudah menjadi
Voltooid Verleden Tijd (V.V.T) – (Waktu Lampau ,,sudah/telah”)
Voltooid Verleden Tijd (V.V.T.) yaitu waktu yang menunjukkan bahwa
suatu perbuatan atau tindakan telah selesai dikerjakan dalam waktu
lampau. Dan dipandang dari waktu pembicaraan, juga berada dalam
waktu lampau. Artinya tindakan di waktu lampau, pembicaaran juga
lampau.
Bentuk ini dalam bahasa Inggris disebut The Past Perfect Tense.
Untuk membuat bentuk “Waktu Kini Sudah Selesai” (V.T.T.) harus kita
gunakan kata kerja bantu ,,hebben” dan diikuti oleh verleden
(voltooid) deelwoord atau untuk mudahnya kita sebut saja seperti
dalam bahasa Inggris, bentuk ke III (Past Participle) dari kata
kerja.
Selanjutnya untuk membuat kalimat dalam bentuk “Waktu Lampau Sudah
Selesai” (V.V.T.), kita hanya mengambil bentuk lampau dari ,,hebben”
yaitu ,,hadden” dan diikuti oleh verleden (voltooid) deelwoord (kata
bagian masa lampau) atau dalam bahasa Inggris disebut bentuk ke III
(Past Participle) dari kata kerja.
Semua aturan gramatika dalam bentuk V.V.T. mengikuti pula seperti
ketentuan bentuk V.T.T. tersebut di atas.
Contoh:
O.T.T.
ik geef – saya memberi (kan)
ik geef een boek – saya memberi (kan) sebuah buku.
V.T.T.
ik heb gegeven – saya sudah memberi (kan)
ik heb een boek gegeven – saya sudah memberi sebuah buku.
V.V.T.
ik had gegeven – saya sudah memberi (kan)
Jij (U) had gegeven – kau (Anda) sudah memberi (kan)
Hij, zij had gegeven – dia (m), dia (v) sudah memberi (kan)
Wij hadden gegeven – kami/kita sudah memberi (kan)
Jullie hadden gegeven – kamu semua/kalian sudah memberi (kan)
Zij hadden gegeven – mereka sudah memberi (kan)
Seperti bentuk V.T.T. di atas, bentuk V.V.T. selain memakai kata
kerja bantu ,,hebben”, juga digunakan verba bantu ,,zijn”.
Perhatikan contoh 3 bentuk berikut.
Contoh:
O.T.T.
ik word - aku menjadi
U, Jij wordt – Anda, kau menjadi
Hij, zij, het wordt – dia (m), dia (v), itu menjadi
Wij worden – kami/kita menjadi
Jullie worden – kamu semua/kalian menjadi
Zij worden – mereka menjadi
V.T.T.
ik ben geworden – aku sudah menjadi
U, jij bent geworden – Anda, kau sudah menjadi
Hij, zij, het is geworden – dia (m), dia (v), itu sudah menjadi
Jullie zijn geworden – kamu semua, kalian sudah menjadi
Zij zijn geworden – mereka sudah menjadi
V.V.T.
ik was geworden – aku sudah menjadi
U, jij was geworden – Anda, kau sudah menjadi
Hij, zij, het was geworden – dia (m), dia (v), itu sudah menjadi
Jullie waren geworden – kamu semua, kalian sudah menjadi
Zij waren geworden – mereka sudah menjadi
Onvoltooid Tegenwoordig Toekomende tijd (O.T.T.T) – (Waktu Akan
Datang Kini Belum Dikerjakan)
Onvoltooid Tegenwoordig Toekomende Tijd (O.T.T.T.) yaitu waktu yang
menunjukan bahwa suatu perbuatan atau tindakan akan dikerjakan pada
waktu akan datang, pada waktu pembicara berkata. Artinya waktu akan
datang kini (pekerjaan) belum dilaksanakan.
Bentuk ini dalam bahasa Inggris disebut The Simple Future Tense.
Untuk membuat bentuk kata kerja “Waktu Akan Datang Kini Belum
Dikerjakan” (O.T.T.T), kata kerja yang dipakai selamanya menurut
bentuk onbepaalde wijs (dalam bahasa Belanda dikenal pula dengan
sebutan lain: infinitief atau hele werkwoord) dan didahului dengan
kata kerja bantu (hulpwerkwoord) ,,zullen”.
Contoh:
Enkelvoud (tunggal):
ik zal geven. - aku akan memberi (kan)
U, jij zult geven - Anda, kamu akan memberi (kan)
hij, zij, het zal geven. - dia (m), dia (v), itu akan memberi (kan)
Meervoud (jamak):
wij zullen geven. - kami (kita) akan memberi (kan)
jullie zullen geven. - kamu semua/kalian akan memberi (kan)
zij zullen geven. - mereka akan memberi (kan)
Voltooid Tegenwoordig Toekomende Tijd (V.T.T.T.) - (Waktu akan
datang kini ,,sudah”)
Voltooid Tegenwoordig Toekomende Tijd (V.T.T.T.) yaitu waktu yang
menunjukkan bahwa suatu perbuatan atau tindakan akan dikerjakan
waktu lalu kini hasilnya sudah akan terjadi. Artinya pekerjaan
direncanakan waktu lalu, hasilnya kini sudah terjadi.
Bentuk ini dalam bahasa Inggris disebut The Present Perfect Future
Tense.
Untuk membuat bentuk kata kerja “waktu akan datang masa lampau
seharusnya telah terjadi sekarang ” (V.T.T.T), kata kerja yang
dipakai selalu verleden (voltooid) deelwoord (kata bagian masa
lampau) atau bentuk III dari kata kerja dan didahului dengan kata
kerja bantu (hulpwerkwoord) ,,zullen” dan diikuti oleh onbepaalde
wijs ,,hebben” atau ,,zijn”.
Perhatikan perbedaan antara O.T.T.T. dengan V.T.T.T di bawah ini.
Contoh:
Onvoltooid Tegenwoordig Toekomende Tijd (O.T.T.T)
Enkelvoud (tunggal):
ik zal geven. - aku akan memberi (kan)
U, jij zult geven - Anda, kamu akan memberi (kan)
hij, zij, het zal geven. - dia (m), dia (v), itu akan memberi (kan)
Meervoud (jamak):
wij zullen geven. - kami (kita) akan memberi (kan)
jullie zullen geven. - kamu semua/kalian memberi (kan)
zij zullen geven. - mereka akan memberi (kan)
Voltooid Tegenwoordig Toekomende Tijd (V.T.T.T)
Contoh :
Enkelvoud (tunggal):
ik zal gegeven hebben. - aku sudah akan memberi (kan)
U, jij zult gegeven hebben. - Anda, kamu sudah akan memberi (kan)
hij, zij, het zal gegeven hebben. - dia/dia/itu sudah akan memberi
(kan)
Meervoud (jamak):
wij zullen gegeven hebben. - kami (kita) sudah akan memberi (kan)
jullie zullen gegeven hebben. - kalian sudah akan memberi (kan)
zij zullen gegeven hebben. - mereka sudah akan memberi (kan)
I. Onvoltooid Verleden Toekomende Tijd (O.V.T.T.) – (Waktu Akan
Datang Lampau, pekerjaan ,,belum” selesai”)
O
nvoltooid Verleden Toekomende Tijd (O.V.T.T.) yaitu waktu yang
menunjukan bahwa suatu perbuatan atau tindakan masih akan
dikerjakan, tetapi terletak dalam waktu yang lampau. Kata kerja yang
menyatakan apa yang akan dikerjakan itu tidak berubah, namun bentuk
,,akan” → zullen harus digunakan dalam bentuk lampau → zouden.
Bentuk ini dalam bahasa Inggris disebut The Past Future Tense.
Untuk membuat bentuk kata kerja “Waktu Akan Datang Lampau, pekerjaan
masih dikerjakan” (O.V.T.T), kata kerja yang dipakai selamanya
menurut bentuk onbepaalde wijs (disebut pula infinitief atau hele
werkwoord) dan didahului dengan kata kerja bantu (hulpwerkwoord)
,,zouden”. Perhatikan perbedaan O.T.T.T dengan O.V.T.T. seperti
contoh berikut.
Contoh:
Onvoltooid tegenwoordig toekomende tijd (o.t.t.t.):
Enkelvoud (tunggal):
ik zal geven. - aku akan memberi (kan)
U, jij zult geven - Anda, kamu akan memberi (kan)
hij, zij, het zal geven. - dia (m), dia (v), itu akan memberi (kan)
Meervoud (jamak):
wij zullen geven. - kami (kita) akan memberi (kan)
jullie zullen geven. - kamu semua/kalian akan memberi (kan)
zij zullen geven. - mereka akan memberi (kan)
Contoh:
Onvoltooid verleden toekomende tijd (o.v.t.t.)
Enkelvoud (tunggal):
ik zou geven. - aku sudah akan memberi (kan)
U zou, zoudt geven - Anda sudah akan memberi (kan)
jij zou geven - kau sudah akan memberi (kan)
hij, zij, het zou geven. - dia (m), dia (v), itu sudah akan memberi
(kan)
Meervoud (jamak):
wij zouden geven. - kami (kita) sudah akan memberi (kan)
jullie zouden geven. - kamu semua/kalian sudah akan memberi (kan)
zij zouden geven. - mereka sudah akan memberi (kan)
II. Voltooid Verleden Toekomende tijd (V.V.T.T.) – (Waktu Akan
Datang Lampau ,,Sudah” Selesai)
V
oltooid Verleden Toekomende Tijd (V.V.T.T.) yaitu waktu yang
menunjukkan bahwa suatu perbuatan atau tindakan akan dikerjakan
waktu lalu, tapi karena suatu hal pekerjaan itu tidak jadi dilakukan
di masa lampau. Artinya ditinjau dari pembicaraan sekarang bahwa
pekerjaan sudah akan dilakukan di masa lalu. Jadi sampai sekarang
pun pekerjaan tidak jadi dilakukan.
Bentuk ini dalam bahasa Inggris disebut The Past Perfect Future
Tense.
Untuk membuat bentuk kata kerja “waktu akan datang masa lampau telah
selesai ” (V.V.T.T), kata kerja yang dipakai selalu verleden
(voltooid) deelwoord (kata bagian masa lampau) atau bentuk III dari
kata kerja dan didahului dengan kata kerja bantu (hulpwerkwoord)
,,zullen” dalam waktu lampau (verleden tijd) dan setelah itu diikuti
oleh onbepaalde wijs ,,hebben” atau ,,zijn”.
Perhatikan perbedaan antara V.T.T.T. dengan V.V.T.T di bawah ini.
Contoh:
Voltooid Tegenwoordig Toekomende Tijd (V.T.T.T)
Contoh :
Enkelvoud (tunggal):
ik zal gegeven hebben. - aku sudah akan memberi (kan)
U, jij zult gegeven hebben. - Anda, kamu sudah akan memberi (kan)
hij, zij, het zal gegeven hebben. - dia/dia/itu sudah akan memberi
(kan)
Meervoud (jamak):
wij zullen gegeven hebben. - kami (kita) sudah akan memberi (kan)
jullie zullen gegeven hebben. - kalian sudah akan memberi (kan)
zij zullen gegeven hebben. - mereka sudah akan memberi (kan)
Voltooid Verleden Toekomende Tijd (V.V.T.T.)
Contoh :
Enkelvoud (tunggal):
ik zou gegeven hebben. - aku sudah akan sudah memberi (kan)
U zoudt gegeven hebben. - Anda sudah akan sudah memberi (kan)
jij zou gegeven hebbeb. - kau sudah akan sudah memberi (kan)
hij, zij zou gegeven hebben. - dia, dia sudah akan sudah memberi
(kan)
Meervoud (jamak):
wij zouden gegeven hebben. - kami sudah akan sudah memberi (kan)
jullie zouden gegeven hebben. - kalian sudah akan sudah memberi
(kan)
zij zouden gegeven hebben. - mereka sudah akan sudah memberi (kan)
III. Passieve zin (kalimat pasif)
Sebagaimana diketahui bahwa secara umum setiap kalimat aktip dapat
kita ubah menjadi kalimat pasip atau sebaliknya. Pelengkap penderita
pada kalimat aktif menjadi subjek dalam kalimat pasif. Selanjutnya
untuk membuat kalimat pasif dalam bahasa Belanda, Anda harus
menggunakan 2 verba bantu yakni worden - menjadi atau zijn – ada
(lah).
Contoh:
Die man slaat de hond.
(Lelaki itu memukul anjing).
Ini adalah kalimat aktif, sebab subjek melakukan suatu pekerjaan.
Kalimat seperti ini dinamakan ,,Actieve zin” dan bentuk kalimatnya
disebut ,,bedrijvende vorm”. Di sini de hond sebagai objek
penderita.
De hond wordt door die man geslagen.
(Anjing dipukul oleh lelaki itu).
Ini merupakan kalimat pasip sebab subjek terkena pekerjaan. Kalimat
demikian dinamakan ,,Passieve zin” dan bentuk kalimatnya dinamakan
,,lijdende vorm”. Di sini de hond sebagai subjek.
Bila kalimat pasif yang memiliki sebuah bagian kalimat dimulai
dengan door, itu hendak diubah menjadi kalimat aktif maka door
dihilangkan.
Kalimat aktip:
Zoveel sneeuw werd door het KNMI niet voospeld.
(Begitu banyak salju telah tidak diramalkan oleh KNMI)
Kalimat pasip:
Het KNMI had zoveel sneeuw niet voorspeld.
(KNMI telah tidak meramalkan begitu banyak salju)
Zoveel sneeuw yakni subjek kalimat pasif. Pada kalimat kedua, KNMI
adalah subjek, zoveel sneeuw telah menjadi pelengkap penderita.
Jika kalimat pasif tidak punya bagian kalimat door, subjek untuk
kalimat aktif tidak dapat ditentukan. Oleh karenanya, orang
meletakkan pronomina tidak tentu men dalam kalimat aktif.
Contoh:
De vluchtelingen werden goed opgevangen.
(Para pelarian telah ditangkap dengan baik)
Men heeft de vluchtelingen goed opgevangen.
(Orang telah menangkap para pelarian dengan baik)
Dalam kalimat kesatu, de vluctelingen adalah subjek. Dalam kalimat
kedua, men adalah subjek, de vluchtelingen adalah pelengkap
penderita.
Perhatikan:
Hanya kalimat-kalimat aktip dengan verba-verba transitif atau
overgankelijk yang dapat diubah menjadi kalimat pasip (lijdende
zinnen). Kata kerja transitif artinya kata kerja yang membutuhkan
objek penderita, korban, sasaran. Contoh:
Moeder plukt. – Ibu memetik.
Kalimat ini belum lengkap. Jadi harus kita lengkapi dulu sehingga
menjadi:
Moeder plukt bloemen. – Ibu memetik bunga-bunga. Inilah yang disebut
verba transitif atau overgankelijk.
Dan kalimat-kalimat aktip dengan verba-verba intransitif atau
onoverganklijk atau tak berobjek tidak dapat diubah menjadi kalimat
penderita. Verba intransitif artinya kata kerja yang tidak
memerlukan objek penderita lagi. Contoh:
De jongen slaapt. – Anak laki-laki tidur.
Het paard draaft. – Kuda berlari cepat.
IV. Woordorde (susunan kata)
Sebagaimana Anda ketahui bahwa susunan kata mempunyai aturan yang
tetap dan baku. Demikian pula pada bahasa Belanda. Dalam bahasa ini
uraian kata dalam sebuah kalimat menggunakan pula uraian atas jenis
kata atau yang dikenal dengan taalkundige ontleding dan uraian atas
bagian kalimat atau dikenal dengan redekundig ontleding.
A. Taalkundige ontleding (uraian jenis kata)
Dalam bahasa Belanda uraian jenis kata sama seperti dalam
bahasa-bahasa lain. Kata dalam kalimat dapat diuraikan menjadi 10
jenis kata. Secara lengkap semua jenis kata tersebut dapat Anda
pelajari dari pembahasan berikut ini.
1. Het werkwoord (verba)
Verba (kata kerja) ialah kata yang menyatakan suatu pekerjaan
umpamanya pergi, makan, berlari dan sebagainya. Kata kerja termasuk
jenis kata yang paling penting dalam sebuah kalimat. Bahkan ada
kalimat yang terdiri hanya atas 1 kata yaitu kata kerja ini.
Misalnya Help! – Tolong! , Verdwijn! – Pergilah! Slaap! – Tidurlah!
dan sebagainya.
Verba-verba modal (de modale werkwoorden) seperti kunnen (bisa),
willen (mau), moeten (harus), mogen (boleh), hoeven (perlu), laten
(biarkan) dan behoren (termasuk). Mereka bisa berdiri sendiri.
Ik kan dat niet. (aku tidak bisa itu)
Durf jij dat? (kamu berani itu?)
Verba-verba yang saling terkait antara 2 bagian dalam kalimat,
dikenal dengan nama verba-verba gabung (koppelwerkwoordena). Ada 9
verba gabung: zijn, worden, blijven, blijken, lijken, schijnen,
heten, dunken dan voorkomen.
Zijn juga worden dapat berfungsi sebagai verba-verba gabung dan
verba mutlak.
Ik ben weggegaan. (verba bantu pada waktu, di depan kata bagian masa
lampau) – aku pergi dari situ.
Ik ben boos. (verba gabung di muka adjektiva) – saya marah.
Ik ben in de tuin. (verba mutlak: ik bevind mij) – aku ada di dalam
kebun.
a) De wijzen (cara)
Dalam bahasa Belanda selain waktu-waktu (akan dibahas dalam bab-bab
khusus) kita harus mengenal pula cara dalam verba (de wijze van het
werkwoord). Ada 3 macam cara dalam verba yaitu:
Kalimat-kalimat contoh yang berikut berada dalam cara biasa (de
gewone wijs), aantonende wijs:
Ik ga naar school. (Aku pergi ke sekolah)
Maria koopt die tas. (Maria membeli tas ini)
Sebuah bentuk lain yang sangat sering dijumpai adalah cara
perintah/suruh yaitu de gebiedende wijs:
Ga naar school! (Pergilah ke sekolah!)
Koop die tas! (Belilah tas ini!)
De gebiedende wijs sama seperti aantonende wijs dapat dibagi lagi
menurut orang atau pelaku. Tidak dalam orang kesatu karena ik tidak
dapat memberi perintah apa pun kepada dirinya sendiri dan demikian
pula wij tidak dapat memberi perintah kepada mereka sendiri.
Kom eens hier! orang kedua tunggal
Komt u maar hier!
Komen jullie eens hier! orang kedua jamak
Dalam beberapa bahasa lain masih ada lagi bentuk lain dari cara
perintah/suruh misalnya orang ketiga. Dalam bahasa Belanda kita
seringkali membubuhkan eens atau maar pada pada de gebiedende wijs,
ini lalu terdengar kurang memerintah. Cara perintah/suruh hanya
ditemui dalam waktu kini!
Sebuah cara (wijs) yang dalam bahasa Belanda hampir tidak
digunakan, tetapi dalam banyak bahasa Eropa lain seringkali dipakai
yaitu de aanvoegende wijs. Di dalam bahasa Belanda, kita hanya akan
bertemu wijs seperti ini dalam ungkapan-ungkapan kuno:
Men neme een ons suiker en een pond boter.
(Orang mengambil satu ons gula dan satu pon mentega).
Moge hij veilig terugkeren.
(Semoga dia kembali dengan selamat).
b) Wederkerende werkwoorden (verba diri sendiri)
Pada dasarnya setiap kata kerja biasa dapat dibuat kata kerja diri
sendiri. Namun dalam bahasa Belanda ada verba-verba yang hanya harus
kita buat dalam bentuk kata kerja diri sendiri. Kata-kata kerja
tersebut, misalnya:
zich scheren = mencukur diri sendiri
zich wassen = mencuci diri sendiri
zich herinneren = ingat
zich schamen = malu
Contoh:
Ik was mij - saya mencuci diri sendiri
Jij wast je - kamu mencuci diri sendiri
U wast U (zich) - Anda mencuci diri sendiri
Hij wast zich - dia (m) mencuci diri sendiri
Zij wast zich - dia (v) mencuci diri sendiri
Wij wassen ons - kami/kita mencuci diri sendiri
Jullie wassen je (jullie) - kamu semua/kalian mencuci diri sendiri
Zij wassen zich - mereka mencuci diri sendiri
Ik heb mij gewassen
Je hebt je gewassen
U hebt U (zich) gewassen
Hij heeft zich gewassen
Zij heeft zich gewassen
Wij hebben ons gewassen
Jullie hebben je gewassen
Zij hebben zich gewassen
c) Wederkerig werkwoorden (verba berbalas-balasan)
Selain kata kerja yang ditujukan kepada diri sendiri, Anda harus
mengenal pula kata kerja dimana perbuatan dilakukan dengan saling
berbalas-balasan. Misal:
De kinderen slaan elkaar. - Anak-anak saling berpukulan.
De oude mensen groeten elkaar. - Orang-orang tua saling memberi
hormat.
2. Het lidwoord (artikel)
Artikel (kata sandang) adalah kata-kata yang diletakkan di depan
kata benda. Dalam bahasa Belanda ada 3 jenis artikel yaitu de, het
dan een. De dan het disebut artikel-artikel yang tentu sedangkan een
artikel tidak tentu. Apabila kata benda mannelijk (jantan) atau
vrouwelijk (betina) maka kata sandang yang tentunya adalah de.
Apabila kata benda itu berjenis netral maka dipakailah kata sandang
yang tentu het.
Contoh :
• kata sandang yang tentu de dan het:
de man (orang laki-laki), de vrouw (orang perempuan), de jongen
(anak laki-laki), het kind (anak), de leeuw (singa), de koe (sapi),
het paard (kuda), de hond (anjing), de tafel (meja), de stoel
(kursi), het huis (rumah), het boek (buku), het goud (emas), het
silver (perak), het hout (kayu), het water (air).
• een man, een vrouw, een jongen, een kind, een leeuw, een koe, een
paard, een bord, een tafel, een stoel, een huis, een boek, goud,
zilver, hout, water.
3. Het zelfstandig naamwoord (nomina)
Nomina (kata benda) adalah kata-kata yang menyatakan nama orang,
nama binatang, nama barang dan nama bahan-bahan. Jadi Abdullah, Ali,
Abubakar, Pulan, ibu, bapak disebut kata benda sebab menyatakan
orang. Jadi kursi, mobil, buku, Jakarta juga disebut kata benda
karena menyatakan barang. Singa, ular, sapi, Blacky ialah nama
binatang, tembaga, baja, emas ialah nama bahan; jadi semua ini
termasuk kata benda.
Ik geef Piet, omdat hij jarig is, cadeaus.
(Aku memberi Piet, sebab dia berulang tahun, hadiah-hadiah)
Suiker lost op in water.(Gula larut dalam air)
Goud is heel erg duur.(Emas amat sangat mahal)
Jadi yang termasuk kata benda dalam contoh tersebut yaitu: Piet,
cadeaus, suiker, water, goud. Namun tidak selamanya suatu kata
tergantung pada makna kata itu. het meisje (gadis) umpamanya adalah
netral, sementara itu gadis adalah betina. Juga de regering
(pemerintah) termasuk orang lelaki, namun ternyata jenis betina.
maka kita harus mengatakan:
De regering ziet het als haar taak ...
(Pemerintah memandang itu sebagai tugasnya ...)
a) Concrete (berwujud)
Kata benda berwujud dapat dibedakan 2 jenis kelompok khusus yakni:
a) Yang pertama nama diri (eigennamen) kelompok: nama-nama orang,
negara, tempat, pegunungan dan sebagainya. Contoh: Jan, Griekenland,
de Maas, Lubbers. Nama diri (hampir) tidak ditulis dalam jamak. Juga
lazim tidak dapat dipakai artikel dalam hal ini.
b) Kata benda berwujud kelompok kedua adalah stofnamen (nama bahan):
mereka menyatakan suatu jumlah yang tidak pasti. Misalnya: ijzer
(besi), zand (pasir), water (air), zeep (sabun). Nama bahan biasanya
tidak punya bentuk jamak.
b) Abstracte (tidak berwujud)
Kata benda tidak berwujud adalah kata benda yang tidak dapat
dirasakan, tidak dapat disentuh. Semua kata benda yang tidak konkret
adalah tidak berwujud. Umpama: woede (kemarahan), trouw
(kepercayaan), waterpoloclub, meter, beklimming (pendakian) dan
sebagainya.
4. Het bijvoeglijk naamwoord (adjektiva)
Beberapa contoh adjektiva:
De jongens maakt twee grote tafels.
(Anak-anak lelaki membuat dua meja besar).
Het meisje eet een bruine boterham.
(Anak gadis makan sepotong roti sawo matang).
Gisteren gaf de buurman aan mij een mooi cadeau.
(Kemarin tetangga memberi hadiah-hadiah cantik kepada saya).
Sejumlah adjektiva diletakkan di muka nomina.
een schattig klein verwaarloosd huis (suatu rumah kecil cantik yang
tidak terurus)
de oude kromme lieve oma (nenek tua bongkok yang terkasih)
grote rode kapotte sokken (kaus kaki besar rusak berwarna merah).
een ontzettend verwaarloosd huis (sebuah rumah yang amat tidak
terurus)
de hele lieve oude oma (nenek tua yang amat disayang)
zeer grote rode sokken (kaus kaki merah yang amat besar).
Tingkat perbandingan (de trappen van vergelijking) untuk peringkat
lebih dan paling/ ter dibuat dengan cara menambahkan + er dan + est
di belakang adjektiva biasa. Ada 3 tingkat perbandingan sebagaimana
kita ketahui yaitu:
1. de stellende trap (tingkat biasa): groot/klein/zoet –
besar/kecil/manis
2. de vergrotende trap (tingkat lebih): groter/kleiner/ zoeter –
lebih besar/lebih kecil/lebih manis
3. de overtreffende trap (tingkat paling/ter): het grootst/
kleinst/zoetst – terbesar/terkecil/termanis.
Ccontoh:
De groene paprika’s zijn duur. (paprika-paprika hijau mahal)
De rode paprika’s zijn duurder.(paprika-paprika merah lebih mahal)
De gele paprika’s zijn het duurst.(paprika-paprika kuning paling
mahal)
Tingkat paling/ter yang tidak beraturan umpamanya goed (baik),
beter(lebih baik), best (paling/terbaik) dan bukan: goed, goeder,
goedst.
Kata sifat berikut ini tidak menuruti aturan adjektiva secara umum.
Contoh:
wollen sokken een wollen sok de sokken zijn van wol
gouden horloges een gouden horloges de horloges zijn van goud
houten deuren een houten deur de deur zijn van hout
5. Het voornaamwoord (pronomina)
Pronomina atau kata ganti mengacu kepada orang atau benda. Banyak
pronomina dipakai berdiri sendiri (zelsftandig) maupun sebagai
adjektiva (bijvoeglijk). Bila berada di muka kata benda, maka mereka
sebagai adjektiva. Dalam bahasa Belanda dibagi menjadi 6 jenis
pronomina yaitu sbb.:
a) Het aanwijzend voornaamwoord (pronomina penunjuk)
Pronomina penunjuk terpenting yaitu deze, dit, die dan dat. Untuk
menyatakan sesuatu yang dekat, memakai deze dan dit, dan yang jauh,
dipakailah die dan dat:
Contoh : Deze pen (hier) schrijft nog prima, maar die (daar) is
leeg.
Pronomina penunjuk yang lain seperti: zo’n, zulke, dergelijke, zelf
dan dezelfde.
Pronomina penunjuk dapat dipakai baik berdiri sendiri maupun sifat.
Dalam contoh berikut, pronomina penunjuk sifat dalam tanda kurung.
Contoh:
Deze (kamer) is van mij; die is van jou.
((kamar) ini milikku; itu milikmu).
Dat vind ik heel vervelend.
(Itu aku anggap sangat membosankan).
Hij heeft dit (kleurtje) helemaal zelf uitgekozen.
(Dia sama sekali telah memilih (warna) ini sendiri).
Die (boer) heeft zulke grote (handen).
((Petani) itu punya (tangan-tangan) demikian besar).
Zo’n (cadeau) zou ik nooit durven vragen.
((Kado) seperti itu aku tidak akan pernah berani meminta).
Zij houdt niet van dergelijke (patroontjes).
(Dia tidak suka (majikan-majikan) semacam itu.
b) Het vragend voornaamwoord (pronomina tanya)
Beda pronomina tanya dengan kata tanya lain:
Pronomina tanya: wie (siapa), wat (apakah), welk(e)(yang mana),
wat voor(een)(untuk apa).
Kata tanya: hoe (bagaimana), wanneer (kapan), waar (dimana),
waarom (mengapa), waarmee (dengan apa) , waarbij (pada apa) enz.
Janganlah Anda menulis waarover praten zij? melainkan: over wat
praten zij? – mereka berbicara mengenai apa?
Wie dan wat hanya dipakai berdiri sendiri; welk dan wat voor (een)
terutama dipakai sebagai adjektiva.
Contoh:
Wie wil je nu gaan opbellen?
(siapa akan menelponmu sekarang?)
Met wie heb je dit postzegels geruild?
(Dengan siapa kau telah bertukar perangko ini?)
Wat heb je gisteren gedaan?
(Apa yang telah kau kerjakan kemarin?)
Welke film heb ik gemist volgens jou?
(Film mana telah aku lewatkan menurut kau?)
Wat voor eten vindt hij lekker?
(Makanan apa kau anggap lezat?)
Wat voor een fiets is dat?
(Untuk apa sebuah sepeda itu?)
Kata tanya lain yang hanya dipakai berdiri sendiri:
Wanneer komen ze? - kapan mereka datang?
Waar is het feest? - dimana pestanya?
Waarom was je er niet? - kenapa kau tidak hadir?
c) Het onbepaald voornaamwoord (pronomina tidak tentu)
Pronomina tidak tentu menyatakan sesuatu tanpa menyebut keistimewaan
lebih lanjut. Pronomina tidak tentu sbb.:
iemand iedereen alles sommige(n) men
niemand ieder allemaal verschillende(n)
iets elk enkele(n)
niets al wat
niks alle(n) een paar
Beberapa pronomina tidak tentu hanya dapat dipakai berdiri sendiri
baik sebagai mutlak maupun sebagai sifat.
Contoh:
Ik geef niemand een fooi.
(Aku tidak memberi seorang pun uang rokok)
Iedereen had dat kunnen weten.
(Tiap orang telah bisa tahu itu)
Iets is altijd heten dan niets.
(Sesuatu selalu punya nama daripada tidak)
Ih heb weer wat cd’s in de uitverkoop gekocht.
(Saya telah membeli lagi sedikit cd ketika habis)
Elk mens is weer anders.
(Setiap manusia berbeda pula)
Zij heeft een hekel aan al die boodschappen.
(Dia benci pada semua berita itu)
Menig man houdt niet van bessenjenever.
(Sejumlah besar orang tidak suka pohon/buah jenewer )
d) Het betrekkelijk voornaamwoord (pronomina hubungan)
Pronomina hubungan yang harus Anda pahami yakni:
• die (sesudah sebuah kata de)
• wie (sesudah sebuah preposisi)
• dat (sesudah sebuah kata het)
• wat (sesudah dat, iets, niets, veel, alles, het beste, hetv enige,
dan seluruh kalimat).
Kombinasi dari waar- misalnya waarmee, waarover, waarvoor dan
sebagainya.
Contoh:
Mijn broer, die geschiedenisleraar is, heeft lange vakanties.
(Abangku, yang guru sejarah, punya liburan panjang)
Alle meisjes die lange haren hebben, moeten hun haar borstelen.
(Semua gadis yang punya rambut panjang, harus menyikat rambut
mereka)
Ik heb je alles verteld wat ik weet.
(Saya telah mengatakan kamu semua yang saya ketahui)
Het huis dat ik gekocht heb, bijkt een bouwval te zijn.
Rumah yang telah saya beli, ternyata adalah sebuah puing)
Het kind, op wie de leraar zijn hoop gesteld had, haalde het examen
niet.
(Anak di atas siapa guru menaruh harapannya, tidak mengikuti ujian)
Het enige wat ik voor je doen kan, is even bellen.
(Satu-satunya apa yang dapat saya lakukan untuk kamu, hanya
menelpon)
Zij liet haar haren groeien, wat hij erg leuk vond.
(Dia membiarkan rambutnya tumbuh, apa yang dia temui sangat lucu).
6. Het telwoord (numeralia)
Seperti diketahui bahwa dalam setiap bahasa selalu dijumpai
bilangan. Bilangan dapat kita bagi menjadi 2 bentuk yaitu bilangan
pokok dan bilangan berpangkat. Demikian pula bilangan pokok dan
bilangan berpangkat masing-masing dapat dibagi menjadi 2 bentuk pula
yaitu yang tentu dan yang tidak tentu. Untuk jelasnya pelajarilah
ringkasan berikut ini.
a) Hoofdtelwoord (numeralia pokok)
(1) Het bepaald hoofdtelwoord (numeralia pokok yang tentu)
0 : nul
1 : een 21 : een en twintig
2 : twee 22 : twee en twintig
3 : drie 23 : drie en twintig
4 : vier 24 : vier en twintig
5 : vijf 25 : vijf en twintig
6 : zes 26 : zes en twintig
7 : zeven 27 : zeven en twintig
8 : acht 28 : acht en twintig
9 : negen 29 : negen en twintig
10 : tien 30 : dertig
11 : elf 40 : veertig
12 : twaalf 50 : vijftig
13 : dertien 60 : zestig
14 : veertien 70 : zeventig
15 : vijftien 80 : tachtig
16 : zestien 90 : negentig
17 : zeventien 100 : honderd
18 : achttien 101 : honderd een
19 : negentien 102 : honderd twee
20 : twintig 103 : honderd drie
104 : honderd vier 113 : honderd dertien
105 : honderd vijf 114 : honderd veertien
106 : honderd zes 115 : honderd vijftien
107 : honderd zeven 116 : honderd zestien
108 : honderd acht 117 : honderd zeventien
109 : honderd negen 118 : honderd achttien
110 : honderd tien 119 : honderd negentien
111 : honderd elf 120 : honderd twintig
112 : honderd twaalf
Dengan cara yang sama kita berhitung dari 31 sampai 100 misalnya
dari een en dertig = 31, 32, seterusnya sampai 99 : negen en
negentig. Mulai 121 sampai 199 di antara puluhan dan satuan harus
dipasang kata ,,en”. Contoh:
121 = honderd een en twintig
122 = honderd twee en twintig.
123 = honderd drie en twintig.
124 = honderd vier en twintig.
Dari 125 sampai dengan 199 dipakai cara yang sama, sedangkan lebih
dari 200 umpamanya 224 cara menghitungnya = tweehonderd vier en
twintig. 888 = achthonderd acht en tachtig. 999 = negenhonderd negen
en negentig.
1000 = duizend.
1200 = duizend tweehonderd (twaalfhonderd)
1300 = duizend driehonderd.
10456 = tien duizend vierhonderd zes en vijftig.
100000 = honderd duizend
200000 = tweehonderd duizend
234567 = tweehonderd vier en dertig duizend vijfhonderd zeven en
zestig.
1000000 = één millioen
Untuk bilangan tahun : 2005 = twee duizend en vijf; 2006 = twee
duizend en zes; 1953 = negentien drie en vijftig.
Ada beberapa numeralia yang tentu yang bukan berbentuk angka seperti
beide(n) dan allebei.
(2) Het onbepaald hoofdtelwoord (numeralia pokok tidak tentu)
Ada 2 numeralia pokok yang tidak menyatakan suatu jumlah secara
tepat, yaitu veel (banyak) dan weinig (sedikit). Sehingga bentuk ini
dinamakan numeralia pokok yang tidak tentu:
Hier lopen veel mensen. - Di sini berjalan banyak manusia.
Daar komen weinig mensen. - Ke sana sedikit manusia yang datang.
Salah satu ciri dari numeralia yang tidak tentu adalah kita dapat
membuat tingkat perbandingannya:
Stellende trap – tingkat biasa Vergrotende trap – tingkat lebih
Overtreffende trap – tingkat paling atau ter
veel (banyak)
weinig (sedikit) meer (lebih banyak)
minder (lebih sedikit) meest (paling/terbanyak)
minst (paling/tersedikit)
Juga sommige, enkele dan enige dianggap juga sebagai numeralia pokok
yang tidak tentu. Numeralia pokok yang tidak tentu baik sebagai
adjektiva maupun sebagai mutlak. Kata-kata bilangan yang tidak
menunjukkan jumlah yang pasti lain seperti enkel, menig, voldoende,
enorm, eindloos, talrijk, verscheiden dan verschillend.
Contoh:
Je kunt hier voor minder (geld) bloemen kopen: adjektiva
(Kamu dapat membeli bunga di sini dengan lebih sedikit (uang)).
In de supermarkt betaal je het meest: mutlak
(Di toko serba ada kau membayar paling banyak).
Daarom komen er zeker zo weinig (mensen): adjektiva
(Karena itu pasti sangat sedikit orang yang datang).
Maar er komen er altijd nog meer dan in ons buurtwinkeltje: mutlak.
(Namun yang datang selalu masih lebih banyak dari toko tetangga
kami).
Verscheidene jongens hebben vandaag cadeaus gekregen.
(Beberapa anak-anak laki hari ini telah mendapat hadiah).
b) Rangtelwoord (numeralia bertingkat)
(1) Het bepaald rangtelwoord (numeralia tingkat yang tentu)
eerste = kesatu elfde = kesebelas
tweede = kedua twaalfde = keduabelas
derde = ketiga dertiende = ketigabelas
vierde = keempat veertiende = keempatbelas
vijfde = kelima vijftiende = kelimabelas
zesde = keenam zestiende = keenambelas
zevende = ketujuh zevende = ketujuhbelas
achtste = kedelapan achttiende = kedelapanbelas
negende = kesembilan negentiende = kesembilanbelas
tiende = kesepuluh twintigste = keduapuluh
Bilangan bertingkat mulai 21 sampai 99 memakai ,,tig” ditambah
,,ste” jadi bila kita ingin urutan ke 55 yaitu vijf en vijftigste =
55ste.
Mereka boleh dipakai sebagai adjektiva atau berdiri sendiri
(mutlak).
(2) Het onbepaald rangtelwoord (numeralia tingkat tidak tentu)
Jika seorang menjadi laatste (yang terakhir) dalam sebuah
perlombaan, itu sama sekali tergantung pada sejumlah peserta pada
tempat mana dia berada secara tepat. Ada sejumlah numeralia tingkat
tidak tentu yaitu middelste, laatste, hoeveelste, zoveelste.
Numeralia tingkat tidak tentu juga berfungsi sebagai adjektiva dan
mutlak.
Contoh:
Dit it de derde keer dat hij rijexamen doet. (yang tentu)
(Ini adalah ketiga kalinya yang dia membuat sebarisan ujian).
Hij hoopt dat het ook de laatste keer zal zijn. (tidak tentu)
(Dia berharap bahwa itu akan jadi terakhir kalinya).
Het was zoveelste keer dat hij meeliep.(tidak tentu)
(Itu kesekian kalinya yang dia turut berjalan).
Het middelste kind heeft het vaak moeilijk. (tidak tentu)
(Anak paling tengah sering punya kesulitan).
Dit hoeveelste is het vandaag? (tidak tentu)
(Ini tanggal berapa hari ini?)
Het is vandaag de twintigste. (yang tentu)
(Hari ini tanggal 20).
c) Breuk (pecahan)
½ , 2/3 dan 5/6 disebut pecahan. Tiap pecahan terdiri atas pembilang
(teller) dan penyebut (noemer). Pelajarilah cara menulis pecahan
dalam bahasa Belanda di bawah ini sebaik-baiknya.
½ = een half = setengah
1/3 = een derde = sepertiga
¼ = een vierde = seperempat
1/5 = een vijfde = seperlima
2/5 = twee vijde = dua perlima
10/12 = tien twaalfde = sepuluh perduabelas
16/20 = zestien twintigste = enambelas perduapuluh
14/18 = veertien achttiende = empatbelas perdelapanbelas
25/100 = vijf en twintig = duapuluhlima perseratus
honderdste
3¾ = drie drie vierde = tiga tiga per empat
5⅝ = vijf vijf achtste = lima lima per delapan
6½ = zes en een half = enam setengah
8½ = acht en een half = delapan setengah
Perhatian: 1 ½ dalam bahasa Belanda anderhalf.
Contoh : Ik heb anderhalve millioen rupiah – saya punya Rp.1,5 juta.
Tanda hitungan : + = plus
- = min
x = maal atau keer
= = is
: = gedeeld door.
Contoh:
3 + 4 = 7 dibaca: drie plus vier is zeven
8 - 2 = 6 acht min twee is zes
5 x 6 = 30 vijf maal zes is dertig
20 : 4 = 5 twintig gedeeld door vier is vijf.
Betapa pentingnya peranan bahasa Belanda dalam hal ini?
Dengan menguasai bahasa Belanda Anda bisa mengikuti berbagai kursus dari negeri Belanda. Karena di negara ini telah dibuka kursus tertulis. Sangat banyak institut yang telah mengadakan kursus semacam ini.
Mau ebook bahasa belanda gratis? Silakan download link di bawah ini:
Dari dalam halaman situs web ini, Anda pun dapat mempelajari salah satu bahasa asing yaitu:
Jika Anda ingin belajar lebih jauh mengenai bahasa-bahasa asing ini, Anda juga bisa mengunduh (download) e-booknya secara gratis!
Pilihlah ebook bahasa di bawah ini sesuai dengan minat Anda!
Selamat belajar, semoga sukses!.
E-mail: